GUSTI ALLAH ORA SARE

Tentang sebuah kemantapan hati bahwa "Gusti Allah ora sare" .. Allah tidak tidur.. The Lord hasn't sleep..


Ibarat seorang pekerja dengan gaji 1 juta namun bekerja sebagaimana halnya bergaji 2-3 juta. Ada nilai dan kapasitas lebih yang diberikannya.


Bagi perusahaan hal ini sangat menyenangkan memiliki pegawai yang loyal macam tadi, karena aset mahal bagi perusahaan dengan tipe pegawai macam tadi :)


Biasanya pegawai dengan tipe macam ini bekerja sudah tidak dalam bingkai nilai materi justru ia diperkuat dengan nilai immateri yang diyakininya.


Sebuah pemahaman yang tumbuh menguat dalam diri si pegawai bahwa apa yang diberikan tak akan pernah sia-sia, selalu ada bekas yang tertinggal meski tak terlihat. Setidaknya dia meyakini bahwa Allah telah menghitungnya dan akan memberikan balasan kebaikan pula atas setiap kebaikan yang dilakukan.


Baginya bekerja dengan kesungguhan macam itu adalah bentuk dari profesionalitas (itqan). Sisi religiusnya senantiasa mengingatkan bahwa DIA sangat suka, sangat menyenangi orang-orang yang bersikap dan bekerja dengan profesional serta amanah, dan sebaliknya DIA tidak menyukai orang-orang yang berlaku sebaliknya.


Sekiranya nilai-nilai immateri macam tadi yang mendasari seseorang mampu bekerja dengan ekstra dan cakap. Hal ini tentunya akan membuahkan kebaikan untuknya.


Bisa jadi karna ritme bekerja yang demikian ia kan dipromosikan atasannya untuk naik jabatan, kenaikan gaji dan bentuk apresiasi lainnya dari perusahaan tempatnya bekerja.


Walau si pegawai tadi bisa jadi tak berharap akan pembalasan apresiasi macam itu, namun begitulah perilaku perusahaan pada umumnya.


Dalam konteks da'wah, yakinlah.. Siapapun yang 'menghidupi' (menggerakkan, menjalankan) aktifitas da'wah maka Allah yang akan menjamin segala kebutuhannya.



Renungan:

Hendaknya tak sepelekan aktifitas da'wah yang dilakukan. Bekerjalah untuk Allah, niscaya kemudahan dan pertolongan Allah lainnya akan mengikuti. Selama niat dan cara yang ditempuhnya benar sebagaimana Allah dan RasulNya memerintahkan. Sebagaimana janjiNya dalam surah Muhammad ayat 7 dan surah Ghafir ayat 51, bila Allah menghendaki.

I BUILT MY SITE FOR FREE USING